SEJARAH RINGKAS DAN SILSILAH PERGURUAN SPD-KK

Perguruan Seni Pembela Diri Kencana Kwitang ( SPDKK ) Medan Sumatera Utara didirikan sejak tahun 1968 di Medan, menganut dan mengembangkan aliran pencak silat bernama Kunthau Kwitang. Aliran Kwitang berasal dari Kampung Kwitang di Betawi (Jakarta Sekarang) dibawa kedaerah Sumatera Utara pada Masa Penjajahan Belanda oleh Almarhum Bapak Bocaran dan Almarhum Bapak Moes.


SILSILAH:

1. Almarhum Bapak Encing Mus (Mualim Simin)

2. Almarhum Bapak Marjuki

3. Alamarhum Amat Sarkawi

4. Almarhum Bapak Amat Dahlan

5. Almarhum Bapak M Wasi

6. Almarhum Bapak Samiun

7. Alamrhum Bapak Bacok

8. Almarhum Bapak Tupon

8. Almarhum Bapak Karmin Suroso BA

9. Perguruan SPDKK



DAFTAR: NAMA-NAMA PESILAT SPD-KK YANG BERPRESTASI

------------------------------------------------------

  • PON KE VII. TAHUN 1969, SURABAYA ; 1. P. SULAWATI DAN PARNIATI. JUARA PERLOMBAAN (PASANGAN) JUARA I;
  • KEJURDA SU. TAHUN 1975, MEDAN 1. RUSMAN S. JUARA I
  • KEJURNAS. 1975, SEMARANG 1. RUSMAN S. JUARA
  • KEJURDA SU. 1976, BINJEI 1. AMIR LEGOS JUARA I.
  • KEJURDA SU. 1979, MEDAN 1. M. ANWAR JUARA I / 2. YUSMANINGSIH JUARA I /3. PERENJAK JUARA I. / 4. RUDI SANTANA JUARA I./ 5. MAIMUN DELI JUARA I.
  • KEJURNAS. 1979, JAKARTA 1. M. ANWAR JUARA II / 2. YUSMANINGSIH - / 3. PERENJAK - / 4. RUDI SANTANA - / 5. MAIMUN DELI -
  • KEJURDA SU. 1980, KISARAN 1. M. Anwar JUARA I- PSERTA TERBAIK / 2. Yusmaningsih JUARA I.
  • KEJURDA SU. 1981, MEDAN 1. M ANWAR JUARA I / 2. YUSMANINGSIH JUARA I
  • PON X, 1981, JAKARTA 1. M. ANWAR / 2. YUSMANINGSIH
  • OLEH KONI SUMUT, 1981 1. YUSMANINGSIH, ATLIT PUTRI TERBSIK I (SATU)
  • KEJUR DUNIA, 1981, JAKARTA 1. M. ANWAR JUARA II / 2. YUSMANINGSIH JUARA I
  • KEJURDA REMAJA, 1982, L.PAKAM 1. DAHLIANA JUARA I / 2.CUT REZEKIAH JUARA I
  • KEJURNAS REMAJA, 1982, JAKARTA 1. DAHLIANA JUARA II / 2.CUT REZEKIAH JUARA –
  • KEJURNAS IVENTASI, 1982, JAKARTA 1. SUDARTO JUARA I
  • KEJURDASU, 1984, MEDAN 1. YUSMANINGSIH JUARA I / 2. DAHLIANA JUARA I
  • KEJURNAS 1984, SURABAYA 1. DAHLIANA JUARA II, LOLOS PON
  • PRA PON XI, 1985, JAKARTA 2. YUSMANINGSIH JUARA R IV, LOLOS PON
  • PON XI, 1985, JAKARTA 1. DAHLIANA JUARA I / 2.YUSMANINGSIH -
  • KEJUR DUNIA 1985, WINA (AUSTRIA) 1. DAHLIANA JUARA II
  • KEJURDASU REMAJA, 1986, BINJEI 1. SAMSUL BAHRI JUARA I / 2. ABDUL JALIL JUARA I / 3. PAISAH JUARA I /
  • KEJURNAS REMAJA, 1986, DENPASAR (BALI) 1. SAMSUL BAHRI - / 2. ABDUL JALIL - / 3. PAISAH -
  • KEJURDASU, 1986 1. DAHLIANA JUARA I / 2. GANDA BAKTI JUARA I / 3. ASNAWATI TARIGAN JUARA I
  • PORWIL KE I, 1986, DI PADANG (SUMBAR) 1. DAHLIANA JUARA I, PESILTA TERBAIK / 2. GANDA BAKTI JUARA I / 3. ASNAWATI TARIGAN JUARA II
  • KEJURDASU 1988, STABAD (LANGKAT) 1. DAHLIANA JUARA I / 2. GANDA BAKTI JUARA I / 3. JUMONO JUARA I / 4. JULIAN JUARA I / 5. ASNAWATI TARIGAN JUARA II
  • PON XII, 1989, JAKARTA 1. DAHLIANA JUARA II / 2. JUMONO JUARA - / 3. GANDA BAKTI JUARA -
  • KEJUR DUNIA 1990, KUALA LUMPUR (MALAYSIA) DAHLIANA JUARA I
  • KEJURDA REMAJA SU, 1990, DI LUBUK PAKAM 1. ASNI JUARA I / 2. ZULFIKAR JUARA I / 3. ZULHAM NST JUARA I /4. SUSIANTI JUARA I
  • KEJURNAS REMAJA 1991 DI JAKARTA 1. ASNI JUARA - / 2. ZULFIKAR JUARA - / 3. ZULHAM NST JUARA - / 4. SUSIANTI JUARA -
  • KEJUR DUNIA 1991,AMSTERDAM (BELANDA) DAHLIANA JUARA I
  • KEJURDASU 1992,LUBUK PAKAM 1. ZULFIKAR JUARA II / 2. GANDA BAKTI JUARA I / 3. JULIAN JUARA I / 4. ASNAWATI TARIGAN JUARA I
  • KEJURNAS 1992, JAKARTA 1. ZULFIKAR JUARA - 2. GANDA BAKTI JUARA - 3. JULIAN JUARA - / 4. ASNAWATI TARIGAN JUARA III
  • KEJURDASU, 1992, MEDAN 1. DAHLIANA JUARA I / 2. JUMONO JUARA I / 3. ASNAWATI TARIGAN JUARA I / 4. EDI RIANTO JUARA I / 5. ABDUL RAHMAN JUARA I / 6. RAMLI JUARA I.
  • PORWIL KE III, 1992, PALEMBANG (SUMSEL) 1. ASNAWATI TARIGAN JUARA I
  • PRA PON XIII, 1993, DI JAKARTA 2. DAHLIANA JUARA III / 3. JUMONO JUARA III / 4. EDI RIANTO JUARA - / 5. ABD RAHMAN JUARA - / 6. RAMLI JUARA -
  • LOLOS PON –XIII, 1993, JAKARTA 1. ASNAWATI TARIGAN - / 2. DAHLIANA - / 3. JUMONO

Senin, 14 Maret 2016

231 Pesilat Perebutkan Piala Ketum SPDKK




Waspada
Waspada

MEDAN, WOL – 231 pesilat bersaing memperebutkan Piala Ketua Umum Perguruan Seni Pembela Diri Kencana Kwitang (SPDKK), H Enjang Bahri SH. Kejuaraan bersifat terbuka ini berlangsung di Gelanggang Remaja, Jalan Sutomo Ujung Medan, 11-13 Maret 2016.

Para pesilat yang bertanding dalam kejuaraan digelar SPDKK itu berasal dari 20 perguruan di Kota Medan. Enjang Bahri dalam sambutannya mengatakan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia sepatutnya dijaga dan dilestarikan.

“Melalui kejuaraan ini, SPDKK ingin olahraga pencak silat lebih bergeliat. Ada 43 perguruan pencak silat, bagaimana ini semua bisa bersatu. Pencak silat ini asli kebudayaan Indonesia, harus kita bangkitkan. Kita tunjukkan bahwa pencak silat itu hidup,” tuturnya.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Ketua Umum Pengprov IPSI Sumut Hj Dahliana dan Ketua IPSI Medan H Ahmad Arief SE MM, Enjang menambahkan kejuaraan ini juga dijadikan sebagai ajang mempererat silaturahim antar-perguruan pencak silat.

“Insan silat harus bersatu, bersama-sama membesarkan olahraga leluhur ini. Pencak silat sejatinya tidak boleh kalah terkenal dengan olahraga dari luar. Pencak silat harus bisa menjadi olahraga paling populer di negeri tempat lahirnya,” tegasnya.

Ketua Umum Pengprov IPSI Sumut, Hj Dahliana, mengapresiasi SPDKK yang peduli dengan perkembangan pencak silat dengan menggelar kejuaraan ini. Dia menilai kejuaraan ini akan sangat bermanfaat bagi atlet yang akan mengikuti berbagai kejuaraan bergengsi.

“April atau Mei akan ada Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) dan O2SN pada Juni mendatang. Harapan kami, hasil kejuaraan ini sebagian besar sebagai cikal bakal atlet yang tampil dalam kejuaraan tersebut,” ucapnya.

Ketua IPSI Medan, Ahmad Arif SE MM, mengatakan kejuaraan seperti ini memang sangat dibutuhkan sebagai tolok ukur kemampuan atlet dan ajang evaluasi bagi para pelatih. Ketua Panitia, Ilyas Nasution, melaporkan 231 peserta kejuaraan terdiri atas 151 putra dan 80 putri.(wol/aa/waspada/data1)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar